[LIFE SHARING] KEGELISAHAN ANAK SMA, LULUS LANJUT KEMANA ?

April 14, 2018

Hi everyone~
Welcome back to my blog *yippiiiiyyyyyyy
Blog post kali ini, lumayan serius ya pembahasannya.
Mana suaranya buat temen-temen yang baru selesai Ujian Nasional?
Kayaknya makin kesini, berita tentang Ujian Nasional gak seheboh dulu ya
Gimana sih perasaan kalian?
Soal ujiannya gimana? 
Gak seberat ujian dalam hubungan kamu kan? #eaaa
Udah..udah.. waktunya istirahat.. 
Jangan terlalu sering belajar.. berat.. biar Dilan saja~
#skip
Deg-degannya tinggal tunggu hasil kelulusan ya? Sudahlah! Positive thinking aja, pasti kalian lulus kok. So.. Kalo udah lulus, apa nih planing kalian kedepannya? Kerja atau Kuliah? Yuk comment dibawah..

Hasil gambar untuk kelulusan

BTW, kalian jangan bangga dulu karena akan beranjak dari masa abu-abu. Justru masa depan kalian itu sudah mulai terlihat jelas. Buat kamu yang memilih kerja daripada kuliah *apapun alasan kalian*, aku acungkan dua ibu jari. Kamu hebat! Bisa mandiri.
Dan buat kamu yang masih dikasih kesempatan untuk bisa dan mau kuliah, jangan sia-siakan! Kalian harus semangat dan harus bisa membanggakan orangtua. Nah! ini yang mau aku perjelas.

Waktu kuliah di dunia nyata sangat berbeda dengan dunia FTV. Tidak sebebas dan sebahagia di FTV. Bisa bebas dan bahagia sih, tapi menurut aku tergantung jurusan yang diambil juga dan tergantung cara kita menyikapnya. Tapi beda pokoknya. Waktu kuliah juga,  gak akan sampai seheboh waktu SMA. Dibangku kuliah sudah mulai terlihat, seorang penjilat dan cari perhatian kesiapapun. Kalian akan rindu SMA, seperti Milea yang rindu Dilan. Berat.
Setiap pertambahan fase dalam hidup, pasti akan terasa bebannya.
Kamu yang setelah lulus SMA dan berencana akan kuliah. Pasti bingung dan galau, mau kemana dan ambil jurusan apa. Bersyukur kalo ada yang sudah mantapkan pilihan. Nah yang belum? Gimana? 


Aku pribadi pernah ada difase "mantap dengan pilihan" dan "bingung mau pilih mana". Sewaktu SMA *kira-kira kelas 2* aku berencana dan sudah memilih untuk ambil jurusan broadcast/perfilman. Sudah memilih juga mau universitas mana. Tapi tiba-tiba pas kenaikan kelas 3, ada permasalahan keuangan keluarga yang bikin drop *walaupun orangtua punya tabungan pendidikan untuk anaknya*. Hal itu yang membuat aku mikir lagi untuk ambil atau tidak kuliah di universitas dan jurusan yang diinginkan. Aku juga sadar diri untuk gak terlalu egois sama diri sendiri, karena aku masih punya adik yang perjalanannya masih panjang. Tiba-tiba galau lagi, ditambah orangtua yang selalu banyak mau sama masa depan anaknya *yang katanya biar masa depannya terjamin*. 

Sampai pada akhirnya pertanyaan-pertanyaan dari orangtua itu muncul. Pertanyaannya bisa bikin galau dan jengkel loh.
Bapak:  "Lulus SMA mau kuliah dimana? Jurusan apa?"
Aku:    "Kuliah dimananya gak masalah, yang penting jurusan yang mau diambil itu broadcast!"
Bapak: "Kenapa broadcast? Kalo udah lulus sarjana belum tentu terpakai."
Ibu:    "Udah bidan aja. Bidan itu *bla bla bla*"



Aku dalam hati jengkel dan bilang "ngapain nanya kalo dijawab sendiri?!"
Aku pernah disaranin masuk kebidanan, dengan harapan orangtua sudah terjamin kerjaannya sampai tua juga terpakai ilmunya untuk menolong orang. Tapi aku gak mau karena alesan: Gak mau pakai seragam kayak ibu-ibu dan muridnya kebanyakan/pasti cewek. Jadi gak bisa cinta-cintaan kayak FTV deh #bodoamatron. Alesan yang masuk akal sih, karena materi Biologi kebanyakan hafalan, aku gak sanggup.
Selain itu pernah disarankan untuk masuk Teknik Sipil. Kalo masuk teknik, masih ok lah. Materinya lebih banyak hitungan dibanding hafalan. 


Entah kenapa aku gak bisa beradu argument sama orangtua saat itu. Dan bener-bener galau untuk memilih yang tepat. Dari hal tersebut, aku berusaha untuk memahami pilihan orangtua. Berhubung aku dapet potongan harga di salah satu universitas swasta di depok, pada akhirnya aku pilih universitas tersebut dengan jurusan teknik (walaupun bukan teknik sipil) saran dari orangtua. Aku ambil jurusan teknik industri. Semester 1-3 masih ok lah! Pergi-pulang Bogor-Depok rajin dan selalu masuk kelas. Tapi! Materi kuliahnya gak pernah dipahami. Jiwa aku ada dikelas, tapi pikiran gak ada. Semester 4-8 udah pasti ada aja bolongnya / titip absennya. *Jangan dicontoh ya, karena sekarang aku menyesal tidak sungguh-sungguh kuliah*. Tapi entah kenapa disemester-semester akhir, walaupun suka bolos masuk kelas. Kalo pas UTS/UAS, aku pasti belajar. Aku juga mulai ngerasa enjoy dan materi kuliah mulai masuk otak. Sadarnya diakhir.


Hasil gambar untuk merenung

Inti dari sharing aku di blog post kali ini. 
1. Kalian harus bisa memantapkan hati dan pilihan. Samalah kalo ketemu jodoh, harus dimantapkan. Setelah itu harus bikin orangtua yakin dan percaya kalo kalian bisa menentukan masa depan melalui keinginan diri sendiri, tanpa campur tangan orangtua.
Hal simpelnya kalo udah bener-bener masuk jurusan yang kalian inginkan harus belajar sungguh-sungguh, nilai bagus dan lulus tepat waktu. Setelah lulus pun sudah punya planning untuk kerja dimana. Pokoknya sudah punya tujuan hidup.

2. Kalaupun diantara kalian ada yang kasusnya seperti aku, terjebak masuk jurusan karena pilihan orangtua. Coba deh buat positive thinking. Jalanin aja. Oke lah kalo awalnya kalian niat-gak niat buat kuliah. Tapi kalian harus bisa cepat sadar, kalo masa depan kalian gak boleh gitu terus. Yakin aja, orangtua punya doa yang terbaik buat kita. 
Setelah lulus kuliah aku juga ngerasa bersalah karena punya niat untuk keluar dari zona yang orangtua inginkan. Dan masuk kezona yang aku inginkan. Alias, aku mau kerja sesuai passion aku. Tapi.. Tuhan punya kehendak lain. 
Aku mengalami masa pengangguran selama 1 tahun setelah aku Sarjana. Karena aku selalu mencoba untuk cari kerja yang sesuai passion. Hasilnya gak ada. Sampai pada akhirnya, aku coba lamar kerja sesuai dengan ilmu yang aku dapet. Dan.. ya.. Tuhan kasih diluar espektasi. 

Dari kejadian itu, aku sadar kalo kita (manusia) harus melampaui keterbatasan kita dengan memberi ruang gerak yang lebih leluasa kepada Sang Pencipta untuk bekerja.
Hal yang harus dilakukan supaya kita dapat melampaui keterbatasan yaitu dengan memperhatikan pikiran diri sendiri.
Jadi, tergantung pikiran kita sendiri.
Pikiran kita akan menentukan hidup kita, sikap kita, perbuatan kita, kebiasan kita, menentukan masa depan kita.

Oh iya! Walaupun awalnya kamu merasa, passion kamu terkubur begitu saja karena orangtua yang tidak pengertian akan keinginan kita. Coba deh kalian pikirkan cara untuk bisa passion tersebut gak mati begitu saja, alias masih bisa kita capai walaupun keliatannya jadi hanya sebatas hobi. 


Ok! Sekian blog post kali ini.
Anak SMA gimana? Ada yang masih galau kah? Yuk share kegalauan kalian. Barangkali aku bisa memberikan wejangan. 😊
Kalian yang sudah memantapkan hati. Selamat.
Buat kamu yang punya pengalaman yang sama kayak aku, bisalah share gimana kalian bisa menghadapinya? 

Thank you for reading 😊😘

You Might Also Like

2 comments

  1. soal UN tahun ini katanya susah2 ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi. Thank you for reading
      Iya kalo di berita sih infonya seperti itu. Anak-anak yang mengalaminya aja pada update status kalo soal yang keluar gak sesuai

      Delete

Thank you for reading :)
Silahkan berikan komentar kalian setelah membaca postingan ini! (Tidak mengandung unsur SARA)
No SPAM!

[REVIEW] Masker Serambi Botani

Popular Posts

Ayo Absen di 'Buku Tamu' ini!

Instagram @yuniartsdotcom

Subscribe