Rumah Tua

August 14, 2013

Disebuah perkampungan, tepatnya di daerah Bogor terdapat rumah tua tak berpenghuni sekitar 25 tahun. Keadaan rumah itu sudah jelek dan tidak pantas menjadi tempat peristirahatan. ‘Jelek. Kotor. Horor.’ 3 hal itu yang ada dipikiranku setelah melihat rumah tua itu. Aku membayangkan jika menempati rumah itu ‘apakah aku dapat tidur dengan nyenyak?’.
Keluargaku selalu pindah-pindah rumah kontrakan, dikarenakan belum mempunyai uang yang cukup untuk membeli sebuah rumah. Selama menempati rumah kontrakan, orangtua aku selalu menyisipkan uangnya dan menabung untuk membeli rumah. Sampai akhirnya, uang terkumpul dan orangtua aku menemukan rumah yang pas untuk disinggahi, yaitu rumah tua yang kuceritakan sebelumnya. Sebelum melihat rumah tua itu, aku telah membayangkan bahwa rumah yang dipilih orangtuaku itu yang terbaik. TERNYATA?! Sama sekali berbeda dengan semua yang aku pikirkan tentang rumah baru itu.
Dalam perjalanan pulang setelah melihat calon rumah baru ku itu, aku bertanya kepada ibu. “Bu, itu beneran rumah yang akan kita tempati?” - tanyaku. Ibu menjawab “iya nak, maaf yah jika rumahnya kurang nyaman.”. “rumah itu sudah tua dan sangat seram bu.” - ujarku sambil melihat jalan diperkampungan yang sudah mulai larut malam. “nanti kalo udah punya uang lebih, kita perbaiki sedikit-demi-sedikit.” – sahut bapak. Aku pun tak bisa membantah lagi dan hanya bisa terdiam.


Sampai akhirnya, hari yang tidak kuinginkan datang yaitu perpindahanku ke rumah tua itu. Entah kenapa, hatiku merasa gelisah ketika ingin beranjak kerumah tua itu. Ketika aku gelisah, ibu selalu memberikan senyuman termanisnya, seolah senyumannya itu menyuruh aku untuk tetap sabar dan berani. Sesampainya dirumah tua itu, aku makin gelisah dan ketika ibu melihatnya, ibu langsung memegang tanganku dengan erat.
Rumah tua yang menjadi rumah baruku itu lumayan besar, ada dua tingkat. Ibu menunjuki ruangan yang ada dirumah baruku itu. Ibu menunjukkan kamar tidurku dan menyuruhku untuk bersih-bersih dan beristirahat. Namun apa daya ketika aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata untuk beristirahat, ibu menemani tidur malamku.
Selama beberapa hari dirumah itu dan bersosialisasi dengan teman-teman dilingkungan sekitar, aku mengetahui beberapa hal tentang rumah tua, rumah tua yang sudah menjadi tempat tinggalku itu. Salah satunya, setiap malam sering terdengar suara kuda yang memberontak. Sebelum rumah itu dibeli sama orangtuaku ada sebuah lukisan yang melukiskan seekor kuda yang jatuh dan disekitarnya ada beberapa kuda lainnya hanya melihat seekor kuda yang jatuh itu. Lukisan seekor kuda jatuh itu seolah-olah menandakaan bahwa kuda tersebut seperti membutuhkan pertolongan. Ternyata lukisan yang dimaksud orang-orang sekitar telah dibuang sama ibu.
Bukan cuma suara kuda saja, masih ada kejadian aneh ketika seseorang melewati rumah tua itu. Suara anak-anak tertawa, bahkan ketika melewati rumah tua itu sering tercium bau bunga melati. Setelah mendengar cerita itu, aku menjadi merinding dan semakin gak mau tinggal dirumah itu. Informasi yang aku dapatkan itu langsung aku beritahu kepada ibu. Ibu tak bisa berbuat apa-apa, namun ibu menyuruhku untuk berdoa bersama-sama. Entah kenapa, ketika keluargaku berdoa bersama-sama aku jadi merasa tenang. Padahal doa yang dipanjatkan hanya rasa syukur karena telah memberikan rumah baru ini dan meminta perlindungan kepada yang Maha Kuasa.

Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun aku dan keluarga bertahan dirumah itu. Aku nyaman dengan rumah tua yang dijuluki oleh warga sekitar. Walaupun ada hal-hal yang aneh ketika aku sendirian didalam rumah. Lantai kedua rumahku itu masih kayu-kayu, jadi ketika seseorang berjalan maka akan terdengar langkahan kakinya. Hal itu TERJADI! Ketika aku sendirian dirumah dan berada di lantai pertama tepatnya dikamar orangtuaku, aku mendengar ada seseorang yang berjalan dilantai kedua. Dengan spontan aku hanya bisa berdoa untuk menenangkan diri. Aku selalu ingat pesan ibu “Jangan takut! Berdoa! karena Tuhan punya Kuasa!” dan aku merasa lebih tenang ketika sendirian dirumah. 

You Might Also Like

2 comments

  1. enduddd celemm bangett cihh dudd rumahh kamuu
    pantesan tante magda pindah ysss :")

    ReplyDelete
  2. Kristin: bukan rumah gue.. itu cuma cerita khayalan~ hehehe

    ReplyDelete

Thank you for reading :)
Silahkan berikan komentar kalian setelah membaca postingan ini! (Tidak mengandung unsur SARA)
No SPAM!

[REVIEW] Masker Serambi Botani

Popular Posts

Ayo Absen di 'Buku Tamu' ini!

Instagram @sukasukasharon

Subscribe