Menang atas Penyakit

March 03, 2013


Bagi sebagian besar manusia, penyakit bisa menjadi hambatan dalam hidupnya, apalagi Spina Bifidaa (penyakit langka yang secara umum sering disebut sumbing tulang belakang) bukan penyakit yang mudah disembuhkan. Tetapi beda dengan Kezia. Walaupun sejak kecil sudah harus melawan penyakit ini, bukan berarti hidupnya tidak berarti lagi. Kezia dengan penuh sukacita dan semangat menjalani hidupnya, di usia mudanya kezia sudah mengalami banyak mujizat dalam kehidupannya. 
Kebanyakan orang yang mengetahui perjalanan hidupnya Kezia, akan terlintas dipikiran, 
"Sungguh hebat! Kita saja yang manusia normal belum tentu sanggup bersikap ceria dan seperti tidak terjadi apa-apa ketika menghadapi keadaan seperti ini. Tapi Kezia, benar-benar membuka mata saya."

Sejak Kezia di dalam kandungan, dokter sudah mendiagnosis dan menyampaikan tentang janin yang ada di dalam Cathleen (ibunda Kezia). "Janin anda mengalami kelainan tulang belakang atau spina bifida yang disertai dengan hydrocephallus. Dalam dunia medis, peristiwa ini hanya terjadi satu dari 100ribu kelahiran." tutur dokter waktu itu. 
Karena keadaan janin Cathleen yang semakin memburuk, dokter menyarankan pada kami - Cathleen dan suami - untuk menggugurkan kandungan tersebut. Para dokter tidak putus asa dan berupaya menyakinkan Cathleen dan suami bahwa tidak ada untungnya tetap mempertahankan janin seperti ini karena selain biaya yang besar masih ada faktor-faktor lain yang tidak terpikirkan. Bukan hanya dokter yang menyarankan hal seperti itu, banyak orang yang menyarankan hal yang sama. Tapi Cathleen tetap menjawab 'tidak!' 
Tanggal 3 September 2001
Cathleen menjalani operasi untuk kelahiran bayi-nya. Setelah menjalani operasi kelahirannya, Malaikat kecilnya (Kezia) langsung dibaringkan dalam sebuah kotak yang dipenuhi dungeon beberapa selang. 
Kezia saat umurnya baru 1 hari harus menjalani operasi pertamanya. Orang tua Kezia setia menemani dan menunggu Kezia saat operasi berlangsung. Hampir 3 jam operasi itu berjalan, akhirnya para dokter keluar. "Bapak dan Ibu harus saling menguatkan. Waktu 1 x 24 jam ini merupakan masa yang kritis. Apabila hal ini dialami oleh orang dewasa, maka ia akan memiliki kekuatan untuk terus berusaha dan pulih dengan segera jika ia memikirkan orang-orang yang dikasihinya. Namun hal ini berbeda dengan yang dialami oleh seorang bayi berusia 1 hari yang belum pernah dipeluk orang tuanya." Pada usia 3 minggu, Kezia harus menjalani operasi lagi. 
Setiap bulan orangtuanya selalu memeriksakan Kezia ke dokter. Walaupun dokter berpendapat Kezia tidak akan memiliki umur panjang. Dokter sering mengatakan flu saja dapat membuatnya meninggal dunia. 
Untuk ketiga kalinya, Kezia menjani operasi lagi. Kali ini operasi untuk alat yang dipasang pada kepalanya. 
Singkat cerita
Saat ini Kezia adalah salah satu anak yang masih bertahan dengan penyakit spina bifida karena Mujizat yang diberikan Tuhan. Walaupun harus menghadapi berbagai cobaan, tapi Kezia tetap menjalani kehidupannya dengan semangat dan sukacita. Kisah Nyata Kezia ini dapat kalian ketahui dari novel karya Cathleen Yeo (ibunda Kezia) yang berjudul 'Menang atas Penyakit'.

novel Menang atas penyakit


Saya sendiri sebagai pembaca novel 'Menang atas penyakit' merasa terberkati atas kisah yang dialami Kezia. Dalam kondisi fisiknya yang tak sempurna, dia tetap berusaha bersukacita menjalani hidupnya. Karena dia percaya bahwa Tuhan akan memberikan rencana yang terbaik dalam hidupnya. Dan ketika membaca kisah ini, saya sendiri merasa malu dengan diri saya. Saya malu, karena  saya sering mengeluh akan keadaan fisik saya. Saya sering tidak percaya diri, dan terkadang karena rasa ketidakpercayadirian saya ini seringkali saya jadi tidak semangat atau setengah hati dalam Melayani Tuhan. 
Saya sering mengeluh sama kehidupan yang saya alami,dan sering terpikirkan dalam benak saya 'Kenapa sih hidup gue begini amat, gak ada yang bisa dibanggain?!' Tentu saja itu adalah pikiran yang tidak baik. Setiap kehidupan manusia sudah diatur sama Tuhan..
Berkat semangat dan sukacita yang Kezia berikan. Saya jadi semangat buat menjalani hidup..
"Saya bangga jadi diri sendiri dan saya akan Jalan di jalan yang tepat yang telah di tetapkan Tuhan."
God Bless :) 

Kakak saya, Yosua Pratama (kiri) dan Kezia (kanan)

Cuplikan kisah Kezia Angeline











*video sedang dalam proses peng-upload-an*

You Might Also Like

0 comments

Thank you for reading :)
Silahkan berikan komentar kalian setelah membaca postingan ini! (Tidak mengandung unsur SARA)
No SPAM!

[REVIEW] Masker Serambi Botani

Popular Posts

Ayo Absen di 'Buku Tamu' ini!

Instagram @sukasukasharon

Subscribe